Selamat Pagi

Hassan Aly

Sekian lama saya hidup di malam hari. Di mana kebanyakan orang tidur, saya bekerja, menatap layar laptop sampai terbit matahari.

Pada suatu titik kebiasaan menjadi makhluk nocturnal membosankan dan merugikan. Saya tak bisa mengatur waktu dengan efisien, tergesa-gesa karena kesiangan bekerja, dan waktu sehari terasa pendek, karena kalender selalu berganti ketika saya tengah berkegiatan.

Untuk mengubah kebiasaan tersebut saya ingin membuat sistem bangun pagi dan tanpa alarm.

Kenapa tanpa alarm? Saya pernah mencobanya dan selalu gagal. Bagi saya, alarm sangat mengganggu. Alarm hanya menunjukkan kelemahan pendirian saya untuk bangun tidur.


Sudah beberapa pekan ini saya sering bangun pagi dan tanpa alarm. Kebiasaan baru ini saya tempuh dengan me-reset jam tidur saya dan menetapkan hati untuk segera bangun tidur tanpa beralasan “lima menit lagi”.

Dengan sistem bangun tanpa alarm, saya “terpaksa” bangun, sebab tak ada tombol “snooze” yang bisa menjadi alasan saya untuk menunda bangun.

Kebiasaan baru ini mulai membawa kenikmatan dalam hari-hari yang saya jalani.

Saya melihat banyak hal yang hanya terjadi di pagi hari. Otak saya lebih jernih dan tak tergesa-gesa karena sehari terasa lebih panjang.

Beberapa waktu yang lalu di pagi hari, saya menyadari cerahnya langit setelah hujan pada malam sebelumnya. Hal yang indah untuk dinikmati tanpa perlu piknik.

Dan sempat terkenang waktu masih sekolah dahulu. Saya jarang bisa menikmati pagi setelah jam tujuh. Saya rasa, waktu masuk sekolah perlu diundur lebih siang, agar anak muda bisa menikmati dan mensyukuri indahnya pagi.