Apps untuk Produktifitas

Hassan Aly

Saya sering kesulitan mengelola waktu. Terutama pembagian antara waktu kerja dan waktu bermain. Semakin lama, saya menyadari banyak waktu yang terbuang sia-sia karena distraksi atau sekadar melamun, atau molor sepanjang hari.

Saya mulai lelah merasa kehabisan waktu yang sehari terbatas tak sampai 24 jam. Solusi yang terpikirkan adalah mencatat semua yang berkaitan dengan produktifitas dan waktu.

Mencatat manual pakai buku selalu tak berjalan lancar. Yang saya butuhkan adalah aplikasi yang berjalan di berbagai perangkat yang saya gunakan. Minimal Android dan Web. Aplikasi tersebut juga sederhana dan mudah dipakai dan akan tambah menarik jika ada unsur gamification.

Todoist Habitica

Saya mencoba beberapa aplikasi berkategori todo mulai dari yang paling sederhana sampai paling tak masuk akal rumitnya. Dan saya memutuskan memakai todoist.com habitica.com.

Gamification model RPG di Habitica lebih menggelitik jiwa gamer saya daripada sistem karma pada Todoist.

Aplikasi ini membagi keseharian dalam bentuk habits, dailies dan to-dos. Semua hal yang ingin dijadikan kebiasaan baru masuk ke habits. Jika hal tersebut harus dilakukan sehari-hari dan berjangka, masuk ke dailies. Sedangkan tugas yang sekali selesai masuk ke to-dos.

Pembagian ini terasa rumit pada awalnya, namun setelah memakai beberapa hari, saya mulai merasakan kalau pembagian tersebut masuk akal.

Habitica, setahu saya berjalan di Android dan Web.

Google Keep

Selain pengelola task, saya juga perlu perangkat mirip notes yang sederhana dan mudah dipakai.

Saya pernah mencoba Evernote, namun menurut saya evernote terlalu kompleks untuk kebutuhan saya. Saya cuma butuh aplikasi sederhana untuk mencatat shopping list atau meeting notes yang nantinya akan saya pindahkan ke tempat lain.

Google Keep, menurut saya paling mudah digunakan, ringan, gratis :D. Aplikasi ini mendukung berbagai format notes. Dan bisa diekspor ke Google Drive. Yang paling penting, pencarian di Google Keep sangat cepat dan pintar.

Google Keep, setahu saya berjalan di Android, Chrome (extension) dan Web.

Trello

Waktu pertama saya bekerja sebagai programmer kantoran, saya dikenalkan kepada Trello, aplikasi yang sangat menarik dan bisa digunakan untuk apapun.

Trello ini bisa dipakai untuk mengelola task sekaligus mencatat shopping list sampai bikin planning project.

Kegunaan terbesar Trello adalah kemudahan pemakaian. Ketika membuka aplikasi ini, saya disuguhi tampilan mirip papan tulis yang dibagi menjadi kolom-kolom. Kemudian saya menulis catatan/task di card—mirip sticky notes.

Trello memakai konsep sistem Kanban, jadi card digeser ke kolom yang sesuai dengan statusnya. Jika dipakai untuk mengelola task saya bisa membuat tiga kolom dinamai, misal: Todo, On Progress, Done. Kemudian saya membuat card dan menggesernya sesuai status card tersebut.

Saya menggunakan trello untuk menulis hal-hal yang berkaitan dengan pengaturan jadwal setiap pekan. Selain itu juga untuk mengelola target tulisan semacam Blogging Calendar—masih dalam tahap percobaan.

Juga untuk menulis target jangka panjang yang ingin saya raih dalam kehidupan saya—misal, menghabiskan waktu saya selama sebulan untuk tidur.

Trello, setahu saya berjalan di Android dan Web.

Coinkeeper

Untuk menjaga hati saya agar jauh dari prasangka ada yang pelihara tuyul, saya ingin mencatat setiap pengeluaran dan pemasukan sehari-hari—bukan karena saya pelit atau kikir.

Sebelumnya saya memakai aplikasi bernama “My Budget Book”. Meski aplikasi ini cukup sederhana namun bulan lalu saya pindah ke “Coinkeeper”.

Alasannya, user experience di Coinkeeper lebih menarik. Ingat, yang saya lakukan adalah mencatat uang yang melayang, jika user experience-nya nggak asyik, semakin menderita hidup saya.

Dan sampai saat ini saya puas dengan Coinkeeper, paling tidak mengurangi penderitaan saya ketika mencatat pengeluaran yang cukup banyak :D.

Coinkeeper, setahu saya hanya berjalan di Android.

Toggl

Dari semua aplikasi di atas, yang belum ada adalah pencatat waktu yang saya habiskan dalam sehari.

Pilihan saya jatuh kepada Toggl. Aplikasi ini mudah digunakan, dan cukup sederhana. Saya tinggal pasang aplikasi ini di Chrome (extension) dan Android, maka saya bisa mencatat berapa banyak waktu yang saya habiskan untuk mengerjakan sesuatu.

Keperluan mencatat waktu ini bagi saya sangat penting. Karena saya bisa tahu seberapa lama saya bisa mengerjakan suatu task. Karena bahkan di Dota 2 pun saya bisa tahu berapa lama waktu yang saya habiskan sekali permainan.

Dari hasil pencatatan waktu tersebut saya bisa tahu kapan waktu paling menyenangkan untuk bekerja dan kapan waktu menyenangkan untuk bermain. Sehingga saya tak kesulitan memutuskan hal apa yang perlu saya lakukan untuk membunuh waktu :D.

Toggl, setahu saya berjalan di Android dan Web.

Kesimpulan

Kebanyakan app yang saya pakai ada unsur gamification yang bisa saya dapatkan sebagai pengguna, meski tak kentara. Namun tetap saja ada unsur game-nya.

Sebagai gamer, saya sering melihat semua yang ada di dunia ini bisa dijadikan permainan. Artinya ada target, ada leveling, dan ada achievement.

Dengan begitu, kehidupan semakin menarik untuk dijalani dan tak perlu cari motivator untuk memotivasi diri saya menjadi lebih baik.